Judul: Keping-keping Celah
Semua insan berhak untuk dicintai dan mencintai
Dan disaat cinta itu datang
Semakin ia dekat, semakin ia menemukan celah
Celah yang kosong, hampa dan sunyi
Tetapi sesaat ia dapat merubahnya menjadi celah yang nyaman untuk disinggahi
Ia, ia yang menemani disetiap langkah dan hembus nafasku
Membuat setiap keping celah menjadi suatu bentuk
Akan tetapi dengan sekejap “mereka” yang tak berhak
Tak berhak untuk menghancurkan setiap keping celah
Menjadi berantakan dan tidak bisa disatukan sampai kapanpun
Tetapi apa yang bisa kami perbuat?
Menangis? Meratapi apa yang sudah ditakdirkan
Tiang agama telah menjadi saksi bisu
Saksi bisu disaat tiap celah itu dihancurkan
Dan sampai saat ini celah itu mencoba dan terus mencoba
Mencari jalannya masing-masing




Tidak ada komentar:
Posting Komentar